Kamis, 13 Februari 2014 - 16:23:34 WIB
Bedah Kurikulum dengan Alumni ITP dan Stakeholder
Diposting oleh : hafni
Kategori: Info - Dibaca: 17904 kali

Bedah Kurikulum dengan Alumni ITP dan Stakeholder

Dasar Pemikiran

Sebagai salah satu PT yang menghasilkan lulusan sarjana (S1) dan program vocational (D3) teknik  yang telah menghasilkan banyak lulusan sejak didirikan tahun 1973, evaluasi dan diskusi mengenai kualitas lulusan, tingkat keterserapan lulusan di dunia kerja, kebutuhan stakeholder, serta meletakkan visi ITP adalah merupakan sebuah keharusan dan tanggung jawab moril institusi ini.

Dari hasil diskusi bedah kurikulum dengan alumni dan stakeholder, didapatlah kesimpulan dibawah ini:

  1. Perlu dipertimbangkan aspek wilayah/lokal Sumatera Barat yaitu potensi bencana gempa,tsunami,longsor, dan sebagainya dalam materi kuliah/kurikulum ITP
  2. Perlu dikembangkan kerjasama dengan dinas/institusi terkait sesuai jurusan(program studi) untuk memperkenalkan secara nyata bidang kerja kepada mahasiswa. Hal ini dapat pula dilakukan dalam bentuk eksrta kurikuler.
  3. Perlu penekanan dalam pemberian materi ajar sehingga kompetensi yang diharapkan/dibutuhkan di tempat nanti bekerja dapat dikuasai dengan baik seperti : kemampuan komputerisasi dalam rekayasa teknik (Auto cad, MS Excel, SAP, Land Development, Microsoft Project, system Skada-Electric Eng. Dll) dan penguasaan IT yang ter-“up date”
  4. Selain penekanan pada aplikasi seperti disebut di atas (point 3), perlu penguasaan ilmu dasar (matematika, fisika, ilmu dasar teknik) dan untuk itu dosen yang mengajarkannnya juga harus menjadi perhatian program studi.
  5. Selain kompetensi lulusan, menyiapkan mental mahasiswa menghadapi dunia kerja serta jiwa kewirausahaan juga penting dalam “include” dalam  kurikulum.
  6. Berdasarkan bedah kurikulum yang dilakukan, secara umum format kurikulum PS-ITP sudah memadai dan cukup baik , namun demikian sejauh ini kompetensi lulusan sejauh ini belum sepenuhnya memenuhi harapan.
  7. Bukan hanya masalah kurikulum saja, tuntutan juga diarahkan kepada aspek “manajerial program studi”.
  8. Memperhatikan semua aspek kurikulum termasuk kondisi mahasiswa dan dosen, adalah perlu untuk merumuskan dan melaksanakan “sistem/pola belajarefektif” untuk memastikan bahwa mahasiswa/lulusan benar-benar memiliki kompetensi yang diharapkan.

Dari hal-hal diatas, ini perlu kita telaah bersama agar lulusan masing-masing program studi bisa terpakai di dunia kerja. Oleh sebab itu Perguruan tinggi harus bisa memposisikan dirinya terhadap perkembangan zaman.




    0 Komentar :


    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)